CILT dalam Implementasi Autonomous Maintenance

Hai Sobat Pemeliharaan!
Kali ini, kita akan membahas tentang CILT (Cleaning, Inspection, Lubrication, dan Tightening) dalam implementasi Autonomous Maintenance. CILT merupakan bagian penting dalam menjaga kinerja mesin dan peralatan di perusahaan kita.
Yuk, kita pelajari lebih lanjut tentang definisi, contoh, dan cara mengimplementasikan CILT dengan sukses!

Difinisi dan Penjelasan Implementasi CILT

1. Cleaning (Pembersihan)

Definisi: Cleaning adalah proses pembersihan mesin dan peralatan untuk menjaga kebersihan dan kinerjanya. Pembersihan melibatkan penghapusan debu, kotoran, dan sisa-sisa material yang dapat mengakibatkan kerusakan mesin atau menurunkan efisiensinya.

Contoh: Pembersihan filter udara pada mesin pendingin untuk mencegah penumpukan debu dan kotoran yang dapat menyebabkan pendingin bekerja lebih keras dan menurunkan efisiensinya. Target: Membersihkan mesin secara rutin dapat mengurangi downtime mesin sebesar 15%.

Tindakan dan Aktivitas: Buat jadwal pembersihan rutin untuk setiap mesin dan peralatan, serta pastikan operator melaksanakannya sesuai jadwal yang ditetapkan.

2. Inspection (Inspeksi)

Definisi: Inspection adalah proses pemeriksaan kondisi mesin dan peralatan secara berkala untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal kerusakan atau keausan. Inspeksi membantu dalam mendeteksi masalah sebelum menjadi serius dan menyebabkan downtime yang lebih lama.

Contoh: Inspeksi rutin pada sistem transmisi mesin untuk mendeteksi adanya keausan pada gear atau tanda-tanda kerusakan pada bearing. Target: Inspeksi rutin dapat mengurangi biaya perbaikan mesin sebesar 20%.

Tindakan dan Aktivitas: Tentukan item inspeksi yang perlu diperiksa pada setiap mesin dan peralatan, serta latih operator untuk melakukan inspeksi dengan benar.

3. Lubrication (Pelumasan)

Definisi: Lubrication adalah proses penambahan pelumas pada bagian-bagian mesin yang saling bergesekan untuk mengurangi gesekan dan keausan. Pelumasan yang baik membantu meningkatkan umur pakai mesin dan peralatan serta mengurangi biaya perawatan.

Contoh : Pelumasan rutin pada bearing mesin untuk mengurangi gesekan dan panas yang dihasilkan sehingga mencegah kerusakan prematur pada bearing. Target: Pelumasan yang baik dapat meningkatkan umur pakai mesin sebesar 25%.

Tindakan dan Aktivitas: Buat jadwal pelumasan yang sesuai untuk setiap mesin dan peralatan, serta pastikan operator melaksanakannya dengan menggunakan pelumas yang tepat dan jumlah yang sesuai.

4. Tightening (Pengencangan)

Definisi: Tightening adalah proses pengecekan dan pengencangan komponen-komponen yang saling terhubung, seperti baut, mur, dan kopling pada mesin dan peralatan. Pengencangan yang baik membantu menjaga stabilitas dan keamanan mesin serta mencegah kerusakan akibat getaran atau beban yang tidak merata.

Baca lainnya ?  Optimalisasi Penghematan Biaya pada Implementasi LSCM

Contoh: Pengencangan rutin baut pada rangka mesin untuk mencegah getaran berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin. Target: Tightening yang rutin dapat mengurangi risiko kegagalan komponen sebesar 30%.

Tindakan dan Aktivitas: Buat daftar komponen yang perlu dicek dan dikencangkan pada setiap mesin dan peralatan, serta pastikan operator melakukan pengecekan dan pengencangan secara berkala.

Implementasikan CILT dalam Autonomous Maintenance

Sekarang setelah kita memahami definisi dan contoh konkrit dari CILT, mari kita bahas bagaimana cara mengimplementasikannya dalam Autonomous Maintenance.

Langkah 1: Identifikasi Kebutuhan CILT

Pertama, identifikasi mesin dan peralatan yang memerlukan CILT di perusahaan kita. Ini bisa meliputi mesin produksi, alat berat, atau sistem pengendalian yang penting untuk kelancaran operasional.

Langkah 2: Tentukan Standar CILT

Kemudian, tentukan standar pembersihan, inspeksi, pelumasan, dan pengencangan yang sesuai untuk setiap mesin dan peralatan. Ini bisa meliputi jadwal, metode, alat, dan bahan yang diperlukan. Jangan lupa untuk melibatkan operator, teknisi, dan staff maintenance dalam proses ini.

Langkah 3: Latih Operator

Selanjutnya, latih operator dalam melaksanakan CILT sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Berikan mereka pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjaga mesin dan peralatan dengan baik.

Langkah 4: Implementasi CILT

Setelah operator terlatih, mulailah implementasi CILT dalam rutinitas sehari-hari. Pastikan operator melaksanakan CILT secara konsisten dan melaporkan hasilnya kepada teknisi atau staff maintenance.

Langkah 5: Evaluasi dan Peningkatan

Terakhir, evaluasi hasil implementasi CILT secara berkala dan cari cara untuk meningkatkan proses ini. Apakah ada area yang memerlukan perhatian lebih? Apakah ada metode baru yang bisa diterapkan untuk meningkatkan efektivitas CILT?


“Dengan PT MITRA PRIMA PRODUKTIVITAS dan COACH WAWANG, tak ada lagi kata ‘tidak bisa’
dalam meningkatkan produktivitas dan profitabilitasmu!”

Ilustrasi Angka Implementasi CILT dalam Autonomous Maintenance

  • Identifikasi Kebutuhan: 100% mesin dan peralatan yang memerlukan CILT teridentifikasi.
  • Standar CILT: 5 standar CILT utama disusun.
  • Latihan Operator: 100% operator terlatih dalam CILT.
  • Implementasi CILT: Reduksi downtime mesin sebesar 20%.
  • Evaluasi dan Peningkatan: Peningkatan efisiensi mesin sebesar 15%.
Baca lainnya ?  Analisis Risiko dalam implementasi TPM dengan FMEA

Yuk, Sobat Pemeliharaan, sekarang saatnya untuk mencoba dan mengimplementasikan CILT dalam Autonomous Maintenance di perusahaan kita. Dengan menerapkan CILT, kita akan melihat peningkatan kinerja mesin dan peral atan serta pengurangan biaya perawatan. Ingat, keberhasilan CILT tergantung pada komitmen dan kerja sama yang baik antara operator, teknisi, dan staff maintenance.

Jangan ragu untuk berbagi artikel ini dengan rekan kerja dan atasan, karena semakin banyak orang yang terlibat dan berkomitmen dalam menjaga peralatan di perusahaan kita, semakin besar keberhasilan implementasi CILT dalam Autonomous Maintenance.

Ingin mempelari secara langsung dan privat tentang TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE?
Atau Anda ingin mengundang, trainer dan consulting provider?


Improvement pada Kegiatan CILT dalam implementasi AM

Hai lagi, Sobat Pemeliharaan!
Setelah kita membahas mengenai CILT dalam implementasi Autonomous Maintenance (AM), mari kita telusuri kaitannya dengan Source of Dirt (SOD), Hard to Clean (HTC), Hard to Inspect (HTI), dan Hard to Access (HTA) dalam kegiatan improvement implementasi AM.

Kegiatan improvement dalam implementasi AM bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi area-area yang menjadi tantangan dalam melaksanakan CILT. Source of Dirt (SOD), Hard to Clean (HTC), Hard to Inspect (HTI), dan Hard to Access (HTA) merupakan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam kegiatan improvement ini.

1. Source of Dirt (SOD)

SOD merujuk pada sumber-sumber kotoran atau debu yang dapat mengganggu kinerja mesin dan peralatan. Dalam kegiatan improvement, kita perlu mengidentifikasi SOD dan mencari cara untuk mengurangi atau menghilangkannya.

Kaitan dengan CILT: Dengan mengurangi SOD, kita akan memudahkan proses Cleaning (pembersihan) dan mengurangi risiko kerusakan pada mesin akibat kotoran yang menumpuk.

2. Hard to Clean (HTC)

HTC adalah area-area pada mesin dan peralatan yang sulit dibersihkan karena desain atau lokasinya. Kegiatan improvement mencakup modifikasi desain atau cara pembersihan untuk memudahkan proses Cleaning.

Kaitan dengan CILT: Mengatasi area HTC akan mempercepat dan menyempurnakan proses Cleaning, sehingga memastikan mesin dan peralatan tetap dalam kondisi yang baik.

3. Hard to Inspect (HTI)

HTI mengacu pada bagian-bagian mesin yang sulit diperiksa karena desain atau lokasi yang tersembunyi. Kegiatan improvement meliputi modifikasi desain atau metode inspeksi untuk memudahkan proses Inspection.

Kaitan dengan CILT: Dengan mengatasi area HTI, kita akan memastikan proses Inspection lebih efektif, sehingga potensi kerusakan mesin dapat terdeteksi lebih awal.

Baca lainnya ?  Kekuatan Visual Management pada Implementasi TPM

4. Hard to Access (HTA)

HTA adalah area-area pada mesin dan peralatan yang sulit diakses untuk melakukan pelumasan atau pengencangan. Kegiatan improvement mencakup modifikasi desain atau metode pelumasan dan pengencangan untuk memudahkan proses Lubrication dan Tightening.

Kaitan dengan CILT: Mengatasi area HTA akan memastikan proses Lubrication dan Tightening lebih efisien, sehingga memperpanjang umur pakai mesin dan peralatan serta mengurangi biaya perawatan.

Dengan mengidentifikasi dan mengatasi SOD, HTC, HTI, dan HTA dalam kegiatan improvement implementasi AM, kita akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik untuk melaksanakan CILT. Hal ini akan membantu kita mencapai hasil optimal dalam menjaga kinerja mesin dan peralatan, serta mendukung kesuksesan implementasi AM secara keseluruhan.

Semoga artikel ini bisa membantu Anda, Sobat Pemeliharaan!
Mari terus berupaya mencari cara untuk meningkatkan proses perawatan mesin dan peralatan kita, dan jangan lupa untuk melibatkan seluruh tim dalam kegiatan improvement. Ingat, kerja sama yang baik antara operator, teknisi, dan staff maintenance akan menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan CILT dan implementasi AM secara efektif.

Teruslah berinovasi dan mencari cara terbaik untuk menjaga mesin dan peralatan kita tetap prima. Selamat mencoba, Sobat Pemeliharaan! Jangan ragu untuk terus berbagi pengetahuan dan informasi, karena semakin kita memahami dan mengatasi tantangan yang ada, semakin baik pula kinerja perusahaan kita.

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat, dan kita semua bisa sukses menerapkan CILT dalam Autonomous Maintenance. Selalu jaga komunikasi yang baik antara tim maintenance dan operator, karena kerja sama yang solid adalah kunci keberhasilan dalam menjaga mesin dan peralatan kita tetap dalam kondisi prima.

Sampai jumpa di pembahasan menarik lainnya!
Ingat, perawatan yang baik adalah investasi jangka panjang yang akan membawa perusahaan kita menuju kesuksesan yang lebih besar.
Tetap semangat dan jaga terus mesin serta peralatan kita!

Selamat mencoba, Sobat Pemeliharaan! Sampai jumpa di pembahasan menarik lainnya!

Salam Produktivitas!
Dan Anda bisa terus belajar bersama dengan kami di Jago Kaizen dan Coach Wang.

Ingin mempelajari secara langsung dan privat tentang TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE?
Anda ingin mengundang trainer atau consulting provider?
PT Mitra Prima Produktivitas adalah provider coaching, mentoring, training, dan consulting ternama di Indonesia untuk kinerja Produktivitas dan peningkatan Profitabilitas.

Bersama Coach Wawang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Kontak Coach Wang