Implementasi Preventive Maintenance menurut JIPM

Halo, Sobat Pemeliharaan! Kali ini kita akan membahas tentang Preventive Maintenance (PM) menurut Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM). PM adalah salah satu strategi perawatan yang bertujuan untuk mencegah kerusakan mesin dan peralatan sebelum terjadi, sehingga kita bisa mengurangi downtime, meningkatkan efisiensi, dan menghemat biaya perawatan. Yuk, kita bahas lebih lanjut mengenai jenis-jenis PM dan bagaimana cara mengimplementasikannya dengan sukses!

Jenis-Jenis Preventive Maintenance dan Definisinya

  1. Time-based Maintenance (TbM): Perawatan yang dilakukan berdasarkan interval waktu tertentu, misalnya setiap 3 bulan atau setiap 1 tahun. Contoh: mengganti oli mesin setiap 3 bulan.
  2. Usage-based Maintenance (UbM): Perawatan yang dilakukan berdasarkan jumlah penggunaan atau output, misalnya setiap 1000 jam operasi atau setelah memproduksi 10.000 unit. Contoh: mengganti bearing setelah 1000 jam operasi.
  3. Predictive Maintenance (PdM): Perawatan yang dilakukan berdasarkan kondisi aktual mesin dan peralatan, dengan menggunakan teknologi pemantauan dan analisis data. Contoh: memeriksa getaran mesin menggunakan sensor dan melakukan perawatan jika diperlukan.

Tahap Demi Tahap Pelaksanaan dan Implementasi Preventive Maintenance

  1. Identifikasi Kebutuhan PM. Tentukan mesin dan peralatan yang memerlukan PM di perusahaan kita. Ini bisa meliputi mesin produksi, alat berat, atau sistem pengendalian yang penting untuk kelancaran operasional.
  2. Tentukan Jenis PM yang Sesuai. Berdasarkan karakteristik mesin dan peralatan, pilih jenis PM yang paling sesuai (TbM, UbM, atau PdM). Konsultasikan dengan tim teknisi dan staff maintenance untuk menentukan strategi terbaik.
  3. Buat Jadwal PM. Buat jadwal PM yang detail, termasuk interval perawatan, metode, alat, dan bahan yang diperlukan. Jangan lupa untuk melibatkan operator, teknisi, dan staff maintenance dalam proses ini.
  4. Latih Operator dan Teknisi. Selanjutnya, latih operator dan teknisi dalam melaksanakan PM sesuai dengan jadwal dan metode yang telah ditetapkan. Berikan mereka pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjaga mesin dan peralatan dengan baik.
  5. Implementasi PM. Setelah operator dan teknisi terlatih, mulailah implementasi PM dalam rutinitas sehari-hari. Pastikan mereka melaksanakan PM secara konsisten dan melaporkan hasilnya kepada staff maintenance.
  6. Evaluasi dan Peningkatan. Terakhir, evaluasi hasil implementasi PM secara berkala dan cari cara untuk meningkatkan proses ini. Apakah ada area yang memerlukan perhatian lebih? Apakah ada metode baru yang bisa diterapkan untuk meningkatkan efektivitas PM?
Baca lainnya ?  Manajemen Konflik pada Definisi Strategi dan Gaya

“Sudah saatnya untuk mengambil tindakan dan meraih kesuksesan bersama PT MITRA PRIMA PRODUKTIVITAS dan COACH WAWANG, lembaga konsultan dan jasa training yang sudah teruji kualitasnya!”


Contoh Tindakan dan Aktivitas Preventive Maintenance

  1. Time-based Maintenance (TbM). Penggantian oli mesin setiap 3 bul an. Contoh: Setiap 3 bulan, teknisi mengganti oli mesin produksi dengan menggunakan oli kualitas tinggi untuk memastikan pelumasan yang baik dan mengurangi gesekan antar komponen.
  2. Usage-based Maintenance (UbM). Penyetelan ulang sistem pengendalian setelah 10.000 unit produksi. Contoh: Setelah memproduksi 10.000 unit, teknisi melakukan pengecekan dan penyetelan ulang sistem pengendalian untuk memastikan proses produksi tetap stabil dan efisien.
  3. Predictive Maintenance (PdM). Pemantauan getaran mesin dengan sensor dan melakukan perawatan jika diperlukan. Contoh: Teknisi memantau getaran mesin dengan sensor secara real-time dan jika terdeteksi adanya peningkatan getaran yang abnormal, maka teknisi segera melakukan perawatan untuk mengatasi masalah tersebut.

Nah, itu tadi penjelasan tentang Preventive Maintenance menurut JIPM, jenis-jenis PM, dan tahapan pelaksanaan serta implementasi PM yang sukses. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa membantu perusahaan kita dalam meningkatkan efisiensi, mengurangi downtime, dan menghemat biaya perawatan.

Ayo, Sobat Pemeliharaan! Mari kita mulai implementasi Preventive Maintenance di perusahaan kita dan rasakan manfaatnya dalam menjaga kinerja mesin dan peralatan. Jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan tim teknisi dan staff maintenance, karena kerja sama yang baik adalah kunci keberhasilan dalam mengelola perawatan yang efektif.

Baca lainnya ?  Integrasi Implementasi TPM dan ISO 45001

Ingin mempelari secara langsung dan privat tentang TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE?
Atau Anda ingin mengundang, trainer dan consulting provider?


MTBF, MTBR, dan MTTR

Preventive Maintenance (PM) memiliki kaitan yang erat dengan beberapa parameter penting dalam dunia pemeliharaan, yaitu MTBF (Mean Time Between Failures), MTBR (Mean Time Between Repairs), dan MTTR (Mean Time To Repair). Mari kita bahas hubungan antara PM dengan ketiga parameter tersebut dan bagaimana cara melakukan tindakan improvementnya.

MTBF adalah rata-rata waktu antara kegagalan atau kerusakan pada mesin atau peralatan. Semakin tinggi MTBF, semakin lama waktu operasi antara kegagalan, yang menandakan mesin atau peralatan lebih andal. Contoh: Jika mesin X memiliki MTBF 500 jam, berarti rata-rata mesin tersebut akan mengalami kegagalan setiap 500 jam operasi.

MTBR adalah rata-rata waktu antara perbaikan mesin atau peralatan. Semakin tinggi MTBR, semakin jarang perbaikan diperlukan, yang menandakan efektivitas perawatan yang baik. Contoh: Jika mesin X memiliki MTBR 1000 jam, berarti rata-rata mesin tersebut memerlukan perbaikan setiap 1000 jam operasi.

MTTR adalah rata-rata waktu yang diperlukan untuk memperbaiki mesin atau peralatan yang mengalami kerusakan. Semakin rendah MTTR, semakin cepat perbaikan selesai, yang menandakan efisiensi dalam proses perbaikan. Contoh: Jika mesin X memiliki MTTR 2 jam, berarti rata-rata waktu yang diperlukan untuk memperbaiki mesin tersebut adalah 2 jam.

Improvement MTBF, MTBR, dan MTTR

Dalam konteks PM, tujuannya adalah meningkatkan MTBF dan MTBR serta mengurangi MTTR. Berikut beberapa cara untuk melakukan tindakan improvement yang relevan dengan angka:

Meningkatkan MTBF: Dengan menerapkan PM secara konsisten, kita bisa memperpanjang waktu operasi mesin atau peralatan sebelum mengalami kegagalan. Contoh: Setelah menerapkan PM, mesin X mengalami peningkatan MTBF dari 500 jam menjadi 750 jam. Ini menunjukkan bahwa mesin tersebut lebih andal setelah PM diterapkan.

Baca lainnya ?  Peta Jitu Navigasi BALANCED SCORECARD

Meningkatkan MTBR: PM juga membantu kita mengurangi frekuensi perbaikan mesin atau peralatan. Contoh: Setelah menerapkan PM, mesin X mengalami peningkatan MTBR dari 1000 jam menjadi 1500 jam. Artinya, mesin tersebut memerlukan perbaikan lebih jarang setelah PM diterapkan.

Mengurangi MTTR: PM melibatkan pelatihan operator dan teknisi untuk lebih memahami mesin atau peralatan, sehingga mereka bisa lebih cepat menangani perbaikan jika diperlukan. Contoh: Setelah menerapkan PM, mesin X mengalami penurunan MTTR dari 2 jam menjadi 1 jam. Ini menunjukkan bahwa proses perbaikan menjadi lebih efisien setelah PM diterapkan.

Demikianlah penjelasan mengenai kaitan antara PM dengan MTBF, MTBR, dan MTTR, serta cara melakukan tindakan improvement yang relevan dengan angka. Semoga dengan informasi ini, kita bisa semakin memahami pentingnya menerapkan Preventive Maintenance dalam menjaga kinerja mesin dan peralatan di perusahaan kita.

Ayo, Sobat Pemeliharaan!
Mari kita terus berusaha untuk meningkatkan efisiensi, andal, dan umur mesin serta peralatan kita dengan menerapkan PM secara konsisten. Ingat, perawatan yang baik adalah investasi jangka panjang yang akan membawa perusahaan kita menuju kesuksesan yang lebih besar. Jadi, jangan ragu untuk mencoba dan terus berinovasi dalam upaya memperbaiki sistem perawatan di perusahaan kita.

Selamat mencoba, Sobat Pemeliharaan! Sampai jumpa di pembahasan menarik lainnya!

Salam Produktivitas!
Dan Anda bisa terus belajar bersama dengan kami di Jago Kaizen dan Coach Wang.

Ingin mempelajari secara langsung dan privat tentang TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE?
Anda ingin mengundang trainer atau consulting provider?
PT Mitra Prima Produktivitas adalah provider coaching, mentoring, training, dan consulting ternama di Indonesia untuk kinerja Produktivitas dan peningkatan Profitabilitas.

Bersama Coach Wawang

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Kontak Coach Wang